KWARTIR CABANG TUBAN
PANGKALAN DR. R. KOESMA
Sekertariat : Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Jl. Brawijaya No 03 - Tuban

Leukemia (kanker darah) adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang (bone marrow). Sumsum tulang atau bone marrow ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga type sel darah diantaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan infeksi), sel darah... merah (berfungsi membawa oxygen kedalam tubuh) dan platelet (bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah).

Leukemia umumnya muncul pada diri seseorang sejak dimasa kecilnya, Sumsum tulang tanpa diketahui dengan jelas penyebabnya telah memproduksi sel darah putih yang berkembang tidak normal atau abnormal. Normalnya, sel darah putih me-reproduksi ulang bila tubuh memerlukannya atau ada tempat bagi sel darah itu sendiri. Tubuh manusia akan memberikan tanda/signal secara teratur kapankah sel darah diharapkan be-reproduksi kembali.

Pada kasus Leukemia (kanker darah), sel darah putih tidak merespon kepada tanda/signal yang diberikan. Akhirnya produksi yang berlebihan tidak terkontrol (abnormal) akan keluar dari sumsum tulang dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Jumlah sel darah putih yang abnormal ini bila berlebihan dapat mengganggu fungsi normal sel lainnya, Seseorang dengan kondisi seperti ini (Leukemia) akan menunjukkan beberapa gejala seperti; mudah terkena penyakit infeksi, anemia dan perdarahan.

  • Penyakit Leukemia Akut dan Kronis
    Leukemia akut ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat cepat, mematikan, dan memburuk. Apabila hal ini tidak segera diobati, maka dapat menyebabkan kematian dalam hitungan minggu hingga hari. Sedangkan leukemia kronis memiliki perjalanan penyakit yang tidak begitu cepat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama, hingga lebih dari 1 tahun.
  • Leukemia diklasifikasikan berdasarkan jenis sel
    Ketika pada pemeriksaan diketahui bahwa leukemia mempengaruhi limfosit atau sel limfoid, maka disebut leukemia limfositik. Sedangkan leukemia yang mempengaruhi sel mieloid seperti neutrofil, basofil, dan eosinofil, disebut leukemia mielositik.

Dari klasifikasi ini, maka Leukemia dibagi menjadi empat type sebutan;
1. Leukemia limfositik akut (LLA). Merupakan tipe leukemia paling sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun atau lebih.
2. Leukemia mielositik akut (LMA). Ini lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak-anak. Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut.
3. Leukemia limfositik kronis (LLK). Hal ini sering diderita oleh orang dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun. Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada anak-anak.
4. Leukemia mielositik kronis (LMK) sering terjadi pada orang dewasa. Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit.
  • Penyebab Penyakit Leukemia
    Sampai saat ini penyebab penyakit leukemia belum diketahui secara pasti, akan tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi frekuensi terjadinya leukemia.
    1. Radiasi. Hal ini ditunjang dengan beberapa laporan dari beberapa riset yang menangani kasus Leukemia bahwa Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penerita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia, Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.

2. Leukemogenik. Beberapa zat kimia dilaporkan telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, misalnya racun lingkungan seperti benzena, bahan kimia inustri seperti insektisida, obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi.

3. Herediter. Penderita Down Syndrom memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal.

4. Virus. Beberapa jenis virus dapat menyebabkan leukemia, seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa.
  • Tanda dan Gejala Penyakit Leukemia
    Gejala Leukemia yang ditimbulkan umumnya berbeda diantara penderita, namun demikian secara umum dapat digambarkan sebagai berikut:
    1. Anemia. Penderita akan menampakkan cepat lelah, pucat dan bernafas cepat (sel darah merah dibawah normal menyebabkan oxygen dalam tubuh kurang, akibatnya penderita bernafas cepat sebagai kompensasi pemenuhan kekurangan oxygen dalam tubuh).

2. Perdarahan. Ketika Platelet (sel pembeku darah) tidak terproduksi dengan wajar karena didominasi oleh sel darah putih, maka penderita akan mengalami perdarahan dijaringan kulit (banyaknya jentik merah lebar/kecil dijaringan kulit).

3. Terserang Infeksi. Sel darah putih berperan sebagai pelindung daya tahan tubuh, terutama melawan penyakit infeksi. Pada Penderita Leukemia, sel darah putih yang diterbentuk adalah tidak normal (abnormal) sehingga tidak berfungsi semestinya. Akibatnya tubuh si penderita rentan terkena infeksi virus/bakteri, bahkan dengan sendirinya akan menampakkan keluhan adanya demam, keluar cairan putih dari hidung (meler) dan batuk.

4. Nyeri Tulang dan Persendian. Hal ini disebabkan sebagai akibat dari sumsum tulang (bone marrow) mendesak padat oleh sel darah putih.

5. Nyeri Perut. Nyeri perut juga merupakan salah satu indikasi gejala leukemia, dimana sel leukemia dapat terkumpul pada organ ginjal, hati dan empedu yang menyebabkan pembesaran pada organ-organ tubuh ini dan timbulah nyeri. Nyeri perut ini dapat berdampak hilangnya nafsu makan penderita leukemia.

6. Pembengkakan Kelenjar Lympa. Penderita kemungkinan besar mengalami pembengkakan pada kelenjar lympa, baik itu yang dibawah lengan, leher, dada dan lainnya. Kelenjar lympa bertugas menyaring darah, sel leukemia dapat terkumpul disini dan menyebabkan pembengkakan.

7. Kesulitan Bernafas (Dyspnea). Penderita mungkin menampakkan gejala kesulitan bernafas dan nyeri dada, apabila terjadi hal ini maka harus segera mendapatkan pertolongan medis.
  • Diagnosa Penyakit Leukemia (Kanker Darah)
    Penyakit Leukemia dapat dipastikan dengan beberapa pemeriksaan, diantaranya adalah ; Biopsy, Pemeriksaan darah {complete blood count (CBC)}, CT or CAT scan, magnetic resonance imaging (MRI), X-ray, Ultrasound, Spinal tap/lumbar puncture.
  • Penanganan dan Pengobatan Leukemia
    Penanganan kasus penyakit Leukemia biasanya dimulai dari gejala yang muncul, seperti anemia, perdarahan dan infeksi. Secara garis besar penanganan dan pengobatan Leukemia bisa dilakukan dengan cara single ataupun gabungan dari beberapa metode dibawah ini:

1. Chemotherapy/intrathecal medications
2. Therapy Radiasi. Metode ini sangat jarang sekali digunakan
3. Transplantasi bone marrow (sumsum tulang)
4. Pemberian obat-obatan tablet dan suntik
5. Transfusi sel darah merah atau platelet.

Sistem Therapi yang sering digunakan dalam menangani penderita leukemia adalah kombinasi antara Chemotherapy (kemoterapi) dan pemberian obat-obatan yang berfokus pada pemberhentian produksi sel darah putih yang abnormal dalam bone marrow. Selanjutnya adalah penanganan terhadap beberapa gejala dan tanda yang telah ditampakkan oleh tubuh penderita dengan monitor yang komprehensiv
Share:

Penyakit Leukemia (Kanker Darah)

Leukemia (kanker darah) adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang (bone marrow). Sumsum tulang atau bone marrow ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga type sel darah diantaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan infeksi), sel darah... merah (berfungsi membawa oxygen kedalam tubuh) dan platelet (bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah).

Leukemia umumnya muncul pada diri seseorang sejak dimasa kecilnya, Sumsum tulang tanpa diketahui dengan jelas penyebabnya telah memproduksi sel darah putih yang berkembang tidak normal atau abnormal. Normalnya, sel darah putih me-reproduksi ulang bila tubuh memerlukannya atau ada tempat bagi sel darah itu sendiri. Tubuh manusia akan memberikan tanda/signal secara teratur kapankah sel darah diharapkan be-reproduksi kembali.

Pada kasus Leukemia (kanker darah), sel darah putih tidak merespon kepada tanda/signal yang diberikan. Akhirnya produksi yang berlebihan tidak terkontrol (abnormal) akan keluar dari sumsum tulang dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Jumlah sel darah putih yang abnormal ini bila berlebihan dapat mengganggu fungsi normal sel lainnya, Seseorang dengan kondisi seperti ini (Leukemia) akan menunjukkan beberapa gejala seperti; mudah terkena penyakit infeksi, anemia dan perdarahan.
  • Penyakit Leukemia Akut dan Kronis
    Leukemia akut ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat cepat, mematikan, dan memburuk. Apabila hal ini tidak segera diobati, maka dapat menyebabkan kematian dalam hitungan minggu hingga hari. Sedangkan leukemia kronis memiliki perjalanan penyakit yang tidak begitu cepat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama, hingga lebih dari 1 tahun.
  • Leukemia diklasifikasikan berdasarkan jenis sel
    Ketika pada pemeriksaan diketahui bahwa leukemia mempengaruhi limfosit atau sel limfoid, maka disebut leukemia limfositik. Sedangkan leukemia yang mempengaruhi sel mieloid seperti neutrofil, basofil, dan eosinofil, disebut leukemia mielositik.

Dari klasifikasi ini, maka Leukemia dibagi menjadi empat type sebutan;
1. Leukemia limfositik akut (LLA). Merupakan tipe leukemia paling sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun atau lebih.
2. Leukemia mielositik akut (LMA). Ini lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak-anak. Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut.
3. Leukemia limfositik kronis (LLK). Hal ini sering diderita oleh orang dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun. Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada anak-anak.
4. Leukemia mielositik kronis (LMK) sering terjadi pada orang dewasa. Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit.
  • Penyebab Penyakit Leukemia
    Sampai saat ini penyebab penyakit leukemia belum diketahui secara pasti, akan tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi frekuensi terjadinya leukemia.
    1. Radiasi. Hal ini ditunjang dengan beberapa laporan dari beberapa riset yang menangani kasus Leukemia bahwa Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penerita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia, Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.

2. Leukemogenik. Beberapa zat kimia dilaporkan telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, misalnya racun lingkungan seperti benzena, bahan kimia inustri seperti insektisida, obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi.

3. Herediter. Penderita Down Syndrom memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal.

4. Virus. Beberapa jenis virus dapat menyebabkan leukemia, seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa.
  • Tanda dan Gejala Penyakit Leukemia
    Gejala Leukemia yang ditimbulkan umumnya berbeda diantara penderita, namun demikian secara umum dapat digambarkan sebagai berikut:
    1. Anemia. Penderita akan menampakkan cepat lelah, pucat dan bernafas cepat (sel darah merah dibawah normal menyebabkan oxygen dalam tubuh kurang, akibatnya penderita bernafas cepat sebagai kompensasi pemenuhan kekurangan oxygen dalam tubuh).

2. Perdarahan. Ketika Platelet (sel pembeku darah) tidak terproduksi dengan wajar karena didominasi oleh sel darah putih, maka penderita akan mengalami perdarahan dijaringan kulit (banyaknya jentik merah lebar/kecil dijaringan kulit).

3. Terserang Infeksi. Sel darah putih berperan sebagai pelindung daya tahan tubuh, terutama melawan penyakit infeksi. Pada Penderita Leukemia, sel darah putih yang diterbentuk adalah tidak normal (abnormal) sehingga tidak berfungsi semestinya. Akibatnya tubuh si penderita rentan terkena infeksi virus/bakteri, bahkan dengan sendirinya akan menampakkan keluhan adanya demam, keluar cairan putih dari hidung (meler) dan batuk.

4. Nyeri Tulang dan Persendian. Hal ini disebabkan sebagai akibat dari sumsum tulang (bone marrow) mendesak padat oleh sel darah putih.

5. Nyeri Perut. Nyeri perut juga merupakan salah satu indikasi gejala leukemia, dimana sel leukemia dapat terkumpul pada organ ginjal, hati dan empedu yang menyebabkan pembesaran pada organ-organ tubuh ini dan timbulah nyeri. Nyeri perut ini dapat berdampak hilangnya nafsu makan penderita leukemia.

6. Pembengkakan Kelenjar Lympa. Penderita kemungkinan besar mengalami pembengkakan pada kelenjar lympa, baik itu yang dibawah lengan, leher, dada dan lainnya. Kelenjar lympa bertugas menyaring darah, sel leukemia dapat terkumpul disini dan menyebabkan pembengkakan.

7. Kesulitan Bernafas (Dyspnea). Penderita mungkin menampakkan gejala kesulitan bernafas dan nyeri dada, apabila terjadi hal ini maka harus segera mendapatkan pertolongan medis.
  • Diagnosa Penyakit Leukemia (Kanker Darah)
    Penyakit Leukemia dapat dipastikan dengan beberapa pemeriksaan, diantaranya adalah ; Biopsy, Pemeriksaan darah {complete blood count (CBC)}, CT or CAT scan, magnetic resonance imaging (MRI), X-ray, Ultrasound, Spinal tap/lumbar puncture.
  • Penanganan dan Pengobatan Leukemia
    Penanganan kasus penyakit Leukemia biasanya dimulai dari gejala yang muncul, seperti anemia, perdarahan dan infeksi. Secara garis besar penanganan dan pengobatan Leukemia bisa dilakukan dengan cara single ataupun gabungan dari beberapa metode dibawah ini:

1. Chemotherapy/intrathecal medications
2. Therapy Radiasi. Metode ini sangat jarang sekali digunakan
3. Transplantasi bone marrow (sumsum tulang)
4. Pemberian obat-obatan tablet dan suntik
5. Transfusi sel darah merah atau platelet.

Sistem Therapi yang sering digunakan dalam menangani penderita leukemia adalah kombinasi antara Chemotherapy (kemoterapi) dan pemberian obat-obatan yang berfokus pada pemberhentian produksi sel darah putih yang abnormal dalam bone marrow. Selanjutnya adalah penanganan terhadap beberapa gejala dan tanda yang telah ditampakkan oleh tubuh penderita dengan monitor yang komprehensiv
Share:

HIPOPERFUSI (SYOK)

Definisi syok
Syok bukanlah merupakan suatu diagnosis. Syok merupakan suatu sindrom klinis kompleks yang mencakup sekelompok keadaan dengan berbagai manifestasi hemodinamik. Tetapi , petunjuk yang umum adalah tidak memadainya perfusi jaringan. Keadan hipoperfusi ini memburuk hantaran oksigen dan nutrisi, serta pembuangan sisa-sisa metabolik pa...da tingkat jaringan. Hipoksia jaringan akan menggeser metabolisme dari jalur oksidtif ke jalur anaerob, yang mengakibatkan pembentukan asam laktat. Kekacauan metabolisme yang progresif menyebabkan syok berlarut-larut yang pada puncaknya dapat menyebabkan kemunduran sel dan keruskan multi sistem.
Syok dapat dibagi dalam tiga tahap yang makin lama makin berat :
1. tahap 1 syok terkompensasi (non progresif), yaitu tahap terjadinya respon kompensatorik
2. tahap 2, tahap progresif, ditandai oleh manifestasi sistemik dari hipoperfusi dan kemunduran fungsi organ.
3. tahap 3, tahap refrakter (irreversible ) yaitu tahap kerusakan sel yang hebat tidak dapat lagi dihindari, dan pada akhirnya menuju pada kematian
Etiologi
Syok dapat disebabkan oleh empat mekanisme :
1. syok kardiogenik
a. disebabkan oleh disritmia
- bradidisritmia
- takidisritmia
b. disebabkan oleh faktor mekanis jantung
- lesi regurgitasi
i. insufisiensi aorta atau mitralis akut
ii. ruptur septum interventrikularis
iii. aneurisma ventrikel kiri masif
- lesi obstruktif
i. obstruksi saluran keluar ventrikel kiri
ii. obstruksi saluran masuk ventrikel kiri
c. miopati
- gangguan kontraktilitas ventrikel kiri seperti pada infark miokard akut atau kardiomiopati kongestif.
- gangguan kontraktilitas ventrikel kanan yang disebabkan oleh infark ventrikel kanan
- gangguan relaksasi atau kelenturan ventrikel kiri, seperti pada kardiomiopati restriktif atau hipertrofi
2. syok obstruktif
a. tamponade perikardium
b. koartasio aorta
c. emboli paru
d. hipertensi pulmonalis primer
3. syok oligemik
a. perdarahan
b. kekurangan cairan akibat muntah, diare, deehidrasi, diabetes melitus, diabetes insifidus, kerusakan korteks adrenal, peritonitis, pankreatitis, luka bakar, asites, adenoma vilosa, atau feokromositoma
4. Syok distibutif
a. septikemia
- endotoksik
- akibat infeksi spesifik, seperti demam dengue
b. metabolik atau toksik
- gagal ginjal
- gagal hati
- asidosis atau alkalosis berat
- over dosis obat
- intoksikasi logam berat
- sindrom syok toksik
- hipertermia malignan
c. endokrinologi
- diabetes melitus tak terkontrol dengan koma keto asidosis atau hiperosmolar
- kerusakan korteks adrenal
- hipotiroidisme
- hiperparatiroidisme atau hipoparatiroidisme
- diabetes insifidus
- hipoglikemia
- akibat kelebihan insulin eksogen atau akibat tumor sel beta
d. mikrosirkulasi, akibat berubahnya viskositas darah
- polisitemia vera
- sindrom hiperviskositas, termasuk myeloma multiple, makroglobulinemia, dan krioglobulinemia
- anemia sel sabit
- emboli lemak
e. neurogenik
- serebral
- spinal
- disotonomi
f. anafilaktik
SYOK KARDIOGENIK
Syok kardiogenik dan edema paru merupakan keadaan yang mengancam jiwa. Penyebab dari kedua keadaan diatas adalah gagal jantung kiri berat, dengan akibat kongestif paru dan atau hipoperfusi sistemik.
Patofisiologi Syok Kardiogenik
• Terjadi depresi kontraktilitas miokard akibat penyakit (iskemia,infark)cardiac output dan stroke volume hipoperfusi sistemik dan miokard, iskemia menjadi lebih berat cardiac output makin menurun
• disfungsi sistolik dengan akibat disfungsi diastolic dengan LVEDP tinggi perfusi koroner yang makin kurang. memburuknya fungsi LV dan fatal
terjadi sindrom inflamasi yang menyertai infark luas dan syok
• saat syok  terjadi peningkatan sitokin, NO sintase disertai NO yang berlebihan, asidosis metabolic, dan takiaritmia berakibat memburuknya miokard
• hipoksemia
• 40% kerusakan miokard dapat disertai syok
• Infark yang mengenai seluruh ketebalan dinding miokard resiko terjadi ruptur : IVS, M.papillaris atau free wall dengan akibat syok.

Tanda Syok Kardiogenik
 Hipoperfusi sistemik akibar fungsi ventrikel kiri menurun
Hipotensi (< 90 mmHg)
Infark miokard > 40%
Gangguan mental
Gelisah, pucat,kulit dingin dan basah, sianotik, menurunnya kesadaran
Nadi : pengisian kurang, cepat 90-110/menit. Mungkin bradikardi (bisa karena AV block)
Tekanan darah : tekanan darah sistolik 90 mmHg dengan tekanan nadi kecil < 30 mmHg
Pernapasan : takipnea, Cheyne’s Stokes
Bunyi jantung : S2 lemah, S3 gallop mungkin terdengar
Bising : sistolik akibat regurgitasi mitral atau ruptur septum ventrikel
Paru : ronki basah mungkin ada
Produksi urin berkurang (Oliguria : < 30 mg/jam)
Lab : leukositosis dengan hitung jenis menunjukkan pergeseran ke kiri
Fungsi ginjal : ureum dan kreatinin meningkat
Hepar : transaminase meningkat
Asam laktat meningkat
Analisa Gas Darah menunjukkan asidosis metabolik
Cardiac marker meningkat : CK, CKMB, troponin I dan T

Etiologi Syok Kardiogenik
Gangguan fungsi miokard : infark, Sindrom Koroner Akut (ACS), myokardiopati
Mekanis
Obstruksi :
Saat aliran keluar  atrium stenosis
Saat aliran masuk  mitral stenosis, trombus, efusi perikardium
o Regurgitasi mitral akut pada ACS infark miokard
o Ruptur septum ventrikel
o Aneurisma ventrikel masif
o Koreksi status asam basa
o O2 untuk koreksi hipoksemia
Disritmia bradiaritmia atau takiaritmia
Hipertensi
Penyakit Jantung Katup
Gagal ventrikel kanan pada ACS (apabila ACS infark pada dinding inferior disertai syok rekaman EKG RV : V3R, V4R, V5R, V6R)
Kor pulmonal akut


Pengelolaan Syok Kardiogenik
• Supportif umum : penanggulangan nyeri
• Monitoring :
o Ukur tekanan arteri
o Menilai curah jantung
o EKG, Analisa Gas Darah, Lab (Hb, elektrolit, kreatinin, ureum)
• Perawatan :
o Bebaskan jalan nafas
o Pasang alat pantau jantung
o Tensi
o Obat-obatan : vasopressor (dopamine : untuk menaikkan tekanan darah minimal menjadi 90mmHg dan menambah volume)
o Koreksi hipovolemia dan asidosis
Share:

8 Aturan Makan Anti Gemuk

Kita pengen tetap bisa sehat dan makan dengan leluasa.  Tapi enggak mau gemuuuk! Enggak perlu cemas, enggak usah takut. Disini saya  bagi-bagi trik supaya kita tetap bisa jaga berat badan.
             Sehari-hari kita punya kebutuhan kalori yang disesuaikan dengan proporsi badan dan aktivitas.  Tapi kita enggak usah repot menghitung kalorinya.  “Lihat saja apakah selama tiga bulan terakhir ini berat badan kita naik.  Berarti, makanan yang kita makan kelebihan,”  Kalau enggak pengen tambah gemuk, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan yaitu: 
1. Selesai makan, jangan langsung tidur!
            Ini sering kejadian sehabis makan malam.  Biasanya kelar makan, suka rada ngantuk, nih.  Padahal kita enggak dianjurkan untuk langsung tidur.  “Saat orang tidur, kebutuhan kalorinya turun.  Metabolisme semuanya turun.  Kalori yang masuk jadi tidak digunakan, malah dibawa tidur.  Kalau tidak dipakai akan disimpan dalam bentuk lemak,” ujar Bu dokter yang biasa menerima konsultasi cewek-cewek yang pengin diet ini.  Sebaiknya, selesai makan, kita tunggu sampai 2-3 jam kemudian, baru tidur.  Di saat ini, makanan sebagian sudah dicerna.                                                           
2. Hati-hati makan dessert.
            Siapa, sih, yang enggak tergiur lihat banana split dengan es krim cokelat atau kue tiramisu yang ditawarin di restoran.  Hmmm nyam… nyam… nyam… sebenarnya tidak apa-apa.  Tapi, “Kebanyakan dessert umumnya mengandung lemak tinggi.  Karena lemak itu untuk taste, bentuk makanan dan rasa di lidah, memang lebih bagus.  Jadi kita mesti hati-hati. Kalau tiap makan selalu ditambahi dessert, berat badan kita pasti naik,”.
3. Lihat kandungan makanan di bungkusnya.
                Kita suka males membaca label yang ada di kotak makanan.  Padahal dari situ kita bisa tahu beberapa kandungan kalori yang dimiliki makanan itu.  Bisa jadi makanan itu bentuknya kecil, tapi kalorinya besar, lho! 
4. Ngemil bisa bahaya meski enggak makan besar.
                Enggak mau makan  siang atau malam, tapi, ngemil kacang, cokelat dan lain-lain.  Kita kira makanan kecil itu kalorinya kecil, padahal, waaah, sama saja! Tahu enggak, sih, kerupuk itu mengandung kalori yang tinggi karena digoreng dengan minyak.  Dan sepuluh buah kerupuk itu sama porsinya dengan sepiring nasi! Jadi hati-hati kalau cari cemilan, ya! 
5. Banyak makan sayur dan buah.
                Sayur dan buah adalah sumber vitamin dan mineral.  Sayur dan buah rendah kalorinya jadi enggak gampang bikin gemuk.  Sayur juga punya kandungan serat yang memberi makan sel usus dan melancarkan pencernaan. 
6. Banyak minum air putih.
            “Lambung punya kapasitas.  Kalau diisi dengan air dulu, otomatis sebagian lambung sudah terisi air, jadi kalau pengen mengurangi nafsu makan, minum air putih saja, gals.  Awas, jangan sampai kembung! 
7. Membatasi makanan yang digoreng.
            Makanan yang digoreng itu menyerap minyak lebih banyak.  Contoh, ayam goring.  Kulit ayam goreng itu, kan, minyak semua.  “Kalau mau mengurangi kalori, makanan rebus, kukus atau bakar lebih rendah kandungan kalorinya karena tidak mengandung minyak,”
8. Waspada minum jus.
            Kebanyakan minum jus di restoran ditambahi gula atau susu.  Ini yang bikin kalori di dalamnya bertambah.  “Lebih dianjurkan mengkonsumsi buah utuh dibanding jus.  Lagipula kandungan vitamin dan mineral di buah segar lebih terjaga,”   Oya, gals, ternyata tambahan kalori 500 kalori perhari selama seminggu itu bisa membuat berat kita naik hingga setengah kg! 500 kalori itu bisa didapat dari french fries atau tiga buah tempe goreng.  Jadi kalau selama seminggu kita selalu nambah french fries, hmm… jangan kaget lihat timbangan kita!
Share:

Zat Besi Cukup,, Anemia Takut!

Agar si Kecil Cukup Zat Besi:
  • penuhi kebutuhan gizi si kecil dengan gizi cukup, karena kurang besi biasanya terjadi bersama dengan kurang kalori dan gizi lain.
  • waspadai kesehatan si kecil jika menunjukkan gejala anemia seperti lesu, pucat,mengeluh sering sakit kepala, pusing, sensitif, sering terkena infeksi, kuku pecah-pecah juga nafsu makan menurun.  Ajaklah untuk berkonsultasi dengan dokter Anda.
  • Jika anda tidak yakin dengan kecukupan asupan besi anak, anda bisa berkonsultasi dengan dokter apakah perlu dilakukan rangkaian tes atau pemberian suplemen besi. Jangan memberikan suplemen besi tanpa petunjuk dokter karena kalau salah dosis justru dapat membahayakan diri anak.
Zat besi salah satu mikronutrien penting dalam kehidupan bayi maupun anak. Pasalnya, besi penting untuk membentuk mielin, aktivitas sel saraf, membantu aktivitas berbagai enzim, dan pembentukan neurotransmiter (suatu substansi kimia membawa ‘pesan’ ke otak). Zat besi juga merupakan komponen penting dalam sintesis hemoglobin yang terdapat dalam sel darah merah, mioglobin (zat warna merah daging) serta proses-proses yang berkaitan dengan metabolisme sel.

ZAT BESI MUDAH DIDAPAT
Adapun bahan makanan yang mengandung zat besi seperti: daging sapi, ikan tuna dan salmon, putih telur, tahu, kacang-kacangan, sayuran hijau, roti gandum, sereal dengan tambahan zat besi (sebaiknya yang bahan gandum murni dan rendah gula). Perlu diketahui,  zat besi yang terdapat dalam protein hewani lebih mudah diserap tubuh ketimbang zat besi yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.  
Nah, untuk kebutuhan zat besi berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2004: bayi usia 0-6 bulan membutuhkan 0,5 mg per hari, bayi usia 7-12 bulan membutuhkan 7 mg per hari, sedangkan batita membutuhkan 8 mg per hari.

AKIBAT DEFISIENSI ZAT BESI
Biasanya, bayi dibawah usia setahun memenuhi kecukupan zat besinya antara lain melalui ASI yang kaya akan zat besi atau susu formula – bagi bayi yang tidak menerima ASI. Nah, begitu mereka berusia diatas i tahun, anak-anak itu bisa beresiko kekurangan zat besi  karena  kebutuhan mereka akan susu mulai berkurang, juga tidak lagi makan sereal bayi yang diperkaya zat besi. Bila kebutuhan akan zat besi tersebut tidak dipenuhi dengan mengkonsumsi makanan lain yang juga kaya akan zat besi, tentu saja tubuh lama kelamaan akan mengalami kekurangan zat besi. Jika defisiensi zat besi terjadi, maka pembentukan hemoglobin akan terhambat yang berakibat pada terhambatnya pembentukan sel darah merah hingga dapat berakibat timbulnya anemia.
Anemia biasanya ditandai dengan gejala-gejala seperti lemah atau lesu, pucat, sakit kepala, pusing,sensitif,tangan dan kaki dingin,serak,lidah meradang,mudah terkena infeksi, kuku pecah-pecah juga nafsu makan menurun. Parahnya, jika nafsu makan menurun bisa menyebabkan asupan gizi tidak mencukupi sehingga anak akan mengalami gangguan tumbuh kembang.

PENYEBAB ANEMIA
Faktor-faktor penyebab terjadinya anemia antara lain:
-         Kurangnya zat besi dalam makanan yang dikonsumsi
-         Malabsorbsi zat besi (penyerapan zat besi yang tidak optimal) akibat diare kronis, pembedahan tertentu pada saluran pencernaan lambung. Zat besi diabsorbsi dari saluran pencernaan. Sebagian besar, zat besi diabsorbsi dari usus halus bagian atas terutama duodenum. Bila terjadi gangguan saluran pencernaan, maka absorbsi zat besi dari saluran pencernaan menjadi tidak optimal. Hal itu menyebabkan kurangnya kadar zat besi dalam tubuh sehingga pembentukan sel darah merah terhambat.

AKIBAT DEFISIENSI ZAT BESI
Kecukupan zat besi jagan dipandang sebelah mata! Pasalnya,selain anemia. Defisiensi zat besi juga dapat mempengaruhi gangguan saraf seperti:
-         Gangguan pembentukan mielin
o    Anak yang mengalami gangguan mielin akan menunjukkan keterlambatan motorik, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan.
-         Sistem saraf otonom juga terganggu sehingga anak lebih mudah mengalami stres.
-         Kurangnya neurotransmiter menyebabkan anak menjadi hiperaktif, kemampuan belajar menurun, dan keterlambatan perkembangan. 
-         Bahkan, bayi yang lahir dengan cadangan besi kurang menunjukkan fungsi mental dan psikomotor yang kurang pada umur 5 tahun.
Tanpa zat besi dan sel darah merah yang cukup maka jaringan dan organ tubuh akan kekurangan oksigen dan tidak berfungsi dengan baik. Padahal, zat besi dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah yang mengantar oksigen ke seluruh tubuh.
Dan satu hal yang perlu Moms perhatikan, jika si kecil telah didiagnosis defisiensi zat besi haruslah mendapat terapi dokter yang bersangkutan. Asupan suplemen yang berlebihan dapat bereisiko terhadap penumpukan dalam tubuh yang berdampak pada gangguan hati dan komplikasi lainnya.  Tetapi, asupan zat besi dari makanan hampir tidak pernah menimmbulkan gejala berlebihan sehingga berakibat toksik/keracunan. So, tunggu apa lagi, penuhi kecukupan zat besi si kecil, ya?
Share:

TENTANG KANKER SERVIKS



Kanker serviks atau kanker leher rahim (sering juga disebut kanker mulut rahim) merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak terjadi bagi kaum wanita. Setiap satu jam, satu wanita meninggal di Indonesia karena kanker serviks atau kanker leher rahim ini. Fakta menunjukkan bahwa jutaan wanita di dunia terinfeksi HPV, yang dianggap penyakit lewat hubungan seks yang paling umum di dunia.
Di Indonesia, setiap satu jam, satu wanita meninggal karena kanker serviks
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infeksi ini merupakan faktor risiko utama kanker leher rahim. Setiap tahun, ratusan ribu kasus HPV terdiagnosis di dunia dan ribuan wanita meninggal karena kanker serviks, yang disebabkan oleh infeksi itu. Mengingat fakta yang mengerikan ini, maka berbagai tindakan pencegahan dan pengobatan telah dibuat untuk mengatasi kanker serviks atau kanker leher rahim.
Kanker serviks atau kanker leher rahim terjadi di bagian organ reproduksi seorang wanita. Leher rahim adalah bagian yang sempit di sebelah bawah antara vagina dan rahim seorang wanita. Di bagian inilah tempat terjadi dan tumbuhnya kanker serviks. Apa penyebab kanker serviks atau kanker leher rahim? Bagaimana cara pencegahannya? Serta bagaimana cara mengatasinya jika sudah terinfeksi HPV?

HPV

Kanker serviks disebabkan infeksi virus HPV (human papillomavirus) atau virus papiloma manusia. HPV menimbulkan kutil pada pria maupun wanita, termasuk kutil pada kelamin, yang disebut kondiloma akuminatum. Hanya beberapa saja dari ratusan varian HPV yang dapat menyebabkan kanker. Kanker serviks atau kanker leher rahim bisa terjadi jika terjadi infeksi yang tidak sembuh-sembuh untuk waktu lama. Sebaliknya, kebanyakan infeksi HPV akan hilang sendiri, teratasi oleh sistem kekebalan tubuh.

Penyebab dan Gejala Kanker Serviks

Kanker serviks menyerang daerah leher rahim atau serviks yang disebabkan infeksi virus HPV (human papillomavirus) yang tidak sembuh dalam waktu lama. Jika kekebalan tubuh berkurang, maka infeksi HPV akan mengganas dan bisa menyebabkan terjadinya kanker serviks. Gejalanya tidak terlalu kelihatan pada stadium dini, itulah sebabnya kanker serviks yang dimulai dari infeksi HPV dianggap sebagai "The Silent Killer".
Beberapa gejala bisa diamati meski tidak selalu menjadi petunjuk infeksi HPV. Keputihan atau mengeluarkan sedikit darah setelah melakukan hubungan intim adalah sedikit tanda gejala dari kanker ini. Selain itu, adanya cairan kekuningan yang berbau di area genital juga bisa menjadi petunjuk infeksi HPV. Virus ini dapat menular dari seorang penderita kepada orang lain dan menginfeksi orang tersebut. Penularannya dapat melalui kontak langsung dan karena hubungan seks.
Ketika terdapat virus ini pada tangan seseorang, lalu menyentuh daerah genital, virus ini akan berpindah dan dapat menginfeksi daerah serviks atau leher rahim Anda. Cara penularan lain adalah di closet pada WC umum yang sudah terkontaminasi virus ini. Seorang penderita kanker ini mungkin menggunakan closet, virus HPV yang terdapat pada penderita berpindah ke closet. Bila Anda menggunakannya tanpa membersihkannya, bisa saja virus kemudian berpindah ke daerah genital Anda.
Buruknya gaya hidup seseorang dapat menjadi penunjang meningkatnya jumlah penderita kanker ini. Kebiasaan merokok, kurang mengkonsumsi vitamin C, vitamin E dan asam folat dapat menjadi penyebabnya. Jika mengkonsumsi makanan bergizi akan membuat daya tahan tubuh meningkat dan dapat mengusir virus HPV.
Risiko menderita kanker serviks adalah wanita yang aktif berhubungan seks sejak usia sangat dini, yang sering berganti pasangan seks, atau yang berhubungan seks dengan pria yang suka berganti pasangan. Faktor penyebab lainnya adalah menggunakan pil KB dalam jangka waktu lama atau berasal dari keluarga yang memiliki riwayat penyakit kanker.
Sering kali, pria yang tidak menunjukkan gejala terinfeksi HPV itulah yang menularkannya kepada pasangannya. Seorang pria yang melakukan hubungan seks dengan seorang wanita yang menderita kanker serviks, akan menjadi media pembawa virus ini. Selanjutnya, saat pria ini melakukan hubungan seks dengan istrinya, virus tadi dapat berpindah kepada istrinya dan menginfeksinya.

Deteksi Kanker Serviks

Bagaimana cara mendeteksi bahwa seorang wanita terinfeksi HPV yang menyebabkan kanker serviks? Gejala seseorang terinfeksi HPV memang tidak terlihat dan tidak mudah diamati. Cara paling mudah untuk mengetahuinya dengan melakukan pemeriksaan sitologis leher rahim. Pemeriksaan ini saat ini populer dengan nama Pap smear atau Papanicolaou smear yang diambil dari nama dokter Yunani yang menemukan metode ini yaitu George N. Papanicolaou. Namun, ada juga berbagai metode lainnya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV dan kanker serviks seperti berikut:
  • IVA

    IVA yaitu singkatan dari Inspeksi Visual dengan Asam asetat. Metode pemeriksaan dengan mengoles serviks atau leher rahim dengan asam asetat. Kemudian diamati apakah ada kelainan seperti area berwarna putih. Jika tidak ada perubahan warna, maka dapat dianggap tidak ada infeksi pada serviks. Anda dapat melakukan di Puskesmas dengan harga relatif murah. Ini dapat dilakukan hanya untuk deteksi dini. Jika terlihat tanda yang mencurigakan, maka metode deteksi lainnya yang lebih lanjut harus dilakukan.
  • Pap smear

    Metode tes Pap smear yang umum yaitu dokter menggunakan pengerik atau sikat untuk mengambil sedikit sampel sel-sel serviks atau leher rahim. Kemudian sel-sel tersebut akan dianalisa di laboratorium. Tes itu dapat menyingkapkan apakah ada infeksi, radang, atau sel-sel abnormal. Menurut laporan sedunia, dengan secara teratur melakukan tes Pap smear telah mengurangi jumlah kematian akibat kanker serviks.
  • Thin prep

    Metode Thin prep lebih akurat dibanding Pap smear. Jika Pap smear hanya mengambil sebagian dari sel-sel di serviks atau leher rahim, maka Thin prep akan memeriksa seluruh bagian serviks atau leher rahim. Tentu hasilnya akan jauh lebih akurat dan tepat.
  • Kolposkopi

    Jika semua hasil tes pada metode sebelumnya menunjukkan adanya infeksi atau kejanggalan, prosedur kolposkopi akan dilakukan dengan menggunakan alat yang dilengkapi lensa pembesar untuk mengamati bagian yang terinfeksi. Tujuannya untuk menentukan apakah ada lesi atau jaringan yang tidak normal pada serviks atau leher rahim. Jika ada yang tidak normal, biopsi — pengambilan sejumlah kecil jaringan dari tubuh — dilakukan dan pengobatan untuk kanker serviks segera dimulai.

Mengobati Kanker Serviks

Jika terinfeksi HPV, jangan cemas, karena saat ini tersedia berbagai cara pengobatan yang dapat mengendalikan infeksi HPV. Beberapa pengobatan bertujuan mematikan sel-sel yang mengandung virus HPV. Cara lainnya adalah dengan menyingkirkan bagian yang rusak atau terinfeksi dengan pembedahan listrik, pembedahan laser, atau cryosurgery (membuang jaringan abnormal dengan pembekuan).
Jika kanker serviks sudah sampai ke stadium lanjut, maka akan dilakukan terapi kemoterapi. Pada beberapa kasus yang parah mungkin juga dilakukan histerektomi yaitu operasi pengangkatan rahim atau kandungan secara total. Tujuannya untuk membuang sel-sel kanker serviks yang sudah berkembang pada tubuh.
Namun, mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena itu, bagaimana cara mencegah terinfeksi HPV dan kanker serviks? Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kanker serviks.

Mencegah Kanker Serviks

Meski kanker serviks menakutkan, namun kita semua bisa mencegahnya. Anda dapat melakukan banyak tindakan pencegahan sebelum terinfeksi HPV dan akhirnya menderita kanker serviks. Beberapa cara praktis yang dapat Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain:
  • Miliki pola makan sehat, yang kaya dengan sayuran, buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Misalnya mengkonsumsi berbagai karotena, vitamin A, C, dan E, dan asam folat dapat mengurangi risiko terkena kanker leher rahim.
  • Hindari merokok. Banyak bukti menunjukkan penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks.
  • Hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun.
  • Hindari berhubungan seks selama masa haid terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks.
  • Hindari berhubungan seks dengan banyak partner.
  • Secara rutin menjalani tes Pap smear secara teratur. Saat ini tes Pap smear bahkan sudah bisa dilakukan di tingkat Puskesmas dengan harga terjangkau.
  • Alternatif tes Pap smear yaitu tes IVA dengan biaya yang lebih murah dari Pap smear. Tujuannya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV.
  • Pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV.
  • Melakukan pembersihan organ intim atau dikenal dengan istilah vagina toilet. Ini dapat dilakukan sendiri atau dapat juga dengan bantuan dokter ahli. Tujuannya untuk membersihkan organ intim wanita dari kotoran dan penyakit.

Hidup Sehat Tanpa Kanker Serviks

Kanker serviks bisa dicegah dan bisa diobati. Deteksi sejak dini dan rutin melakukan Pap smear akan memperkecil risiko terkena kanker serviks. Ubah gaya hidup Anda dan juga pola makan Anda agar terhindar dari penyakit yang membunuh banyak wanita di dunia ini. Dengan demikian, maka kesehatan serviks atau leher rahim lebih terjamin. Dengan penanganan yang tepat, kanker serviks bukanlah sesuatu yang menakutkan.
Share:

Pendaftaran Anggota Baru

SYARAT MENJADI ANGGOTA SAKA BAKTI HUSADA

- Pramuka Penegak/ Pandega
- Pramuka Pengglalang Terap
- Mengisi Formuler Pendaftaran
- Pas Foto berseragam Pramuka Ukuran 3 x 4 ( 2 Lembar )

PENDAFTARAN

Pendaftaran DIBUKA tanggal : 01 Januari 2011
Pendaftaran DITUTUP tangal : 01 Juni 2011
SETIAP HARI SABTU ( Pada Saat Latihan )
Biaya pendaftaran GRATIS

TEMPAT PENDAFTARAN
1. Dinas Kesehatan & KB Tuban
Jl. Brawijaya No. 03 Telp. (0356) 321479/(081 331 775 375)
Sabtu : 14.30 – 16.30 WIB
2. Pembina GUDEP masing-masing Pangkalan asal.

HASIL YANG INGIN DICAPAI
a. Memiliki pengetahuan ketrampilan dan pengalaman dibidang kesehatan
b. Mampu dan mau menyebarluaskan informasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya mengenai :
- Kesehatan Lingkungan
- Kesehatan Keluarga
- Penanggulangan Penyakit
- Gizi
- Manfaat dan Bahaya Obat
c. Mampu memberikan latihan tentang kesehatan lepada para pramuka di Gugusdepan
d. Dapat menjadi contoh hidup sehat bagi masyarakat di lingkungannya.
e. Memiliki sikap dan perilaku hidup sehat yang lebih mantap.
Share:

SBH

Satuan Karya Pramuka Bakti Husada adalah wadah pengembangan pengetahuan, pembinaan ketrampilan, penambahan pengalaman, dan pemberian kesempatan untuk membuktikan dirinya kepada masyarakat dalam bidang kesehatan.
Saka Bakti Husada diresmikan pada tanggal 17 Juli 1985 dengan dilantiknya pimpinan Saka Bakti Husada Tingkat Pusat oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

TUJUAN PEMBENTUKAN SAKA BAKTI HUSADA
Tujuan pembentukan Saka Bakti Husada adalah untuk mewujudkan kader pembangunan di bidang kesehatan, yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat di lingkungannya.
Share:

Agkatan 10


No
Nama
Asal Sekolah
1.
Kurniawati Noor Azizah
MA Negeri Tuban
2.
Syahra Fatimah
MA Negeri Tuban
3.
Nadia Dwi Rochika
MA Negeri Tuban
4.
Tati Iftria
MA negeri Rengel
5.
Hani Dwi Septiana
SMA Negeri 1 Rengel
6.
Putri Diana  A
SMA Negeri 1 Rengel
7.
Dwi Septya
SMA Negeri 1 Rengel
8.
Yeni Mei Putri
SMA Negeri 1 Rengel
9.
Imro'atus S
SMA Negeri 1 Rengel
10.
Sulikan
MA Palang
11.
M. Yahya
MA Palang
12.
Anita Sri Handayani
MA Negeri Tuban
13.


14.


15.


16.


17.


18.


19.


20.


21.


22.


23.


24.


25.


26.


27.


28.


29.


30.


31.


32.


33.


34.


35.


36.


37.


38.


39.


40.


41.


42.


43.


44.


45.



NB: Nama yang belum tertera sebagai Angkatan 10 silahkan hubungi Amdin atau bisa lewat Group Facebook SBH TUBAN
Share:

Postingan Populer

Label

Total Tayangan Halaman

Pengikut